Mulai dari satu kalimat
Ceritakan idemu. Kita bedah bareng sampai jadi Product Requirement Document (PRD).
Rancang bertanya satu hal setiap kali: masalahnya apa, untuk siapa, fitur mana yang wajib. Setiap jawabanmu langsung ditulis ke draf Product Requirement Document (PRD) di sebelah.
DigaliSatu pertanyaan tajam per giliran, dengan pilihan jawaban cepat.
DitulisBagian Product Requirement Document (PRD) yang berubah ditandai stabilo kuning.
DilengkapiCelah yang tersisa bisa diisi AI dan ditandai sebagai asumsi.
Kelengkapan0%